Langsung ke konten utama

Manfaat Mengetahui Hakekat Setan

Ada sebuah perumpamaan sangat bagus yang pernah diungkapkan seorang muhaqqiq, "kalau seorang jujur memberitahu kita bakal terjadi sesuatu malam ini, misalnya, sekawanan pencuri bersenjata akan mendatangi rumah kita secara sembunyi-sembunyi dan hendak membunuh kita sekeluarga serta menguras habis semua harta kita, apa yang akan kita lakukan?" Kalau kita bijak, tentu kita akan mencari bantuan dan berbagai solusi yang bersifat darurat. Umpama, menutup dan mengunci semua pintu serta jendela rumah rapat-rapat agar kawanan maling itu tidak bisa masuk. Namun, kalu kita tidak menggunakan akal dan malah menanyakan yang bukan-bukan (misal, menanyakan tempat asal para pencuri itu, mempersoalkan baju yang mereka kenakan, usia mereka, atau status kebangsaan mereka), sementara waktu terus berjalan, maka boleh jadi segenap pertanyaan ngawur itu baru selesai dijawab justru ketika para pencuri itu beraksi.
Sesuatu yang harus kita pikirkan sekarang ini ialah mencari solusi agar kita terbebas dari belenggu setan. Terlepas dari seberapa dalam pengetahuan kita tentang proses penciptaan setan, bagaimana cara setan menciptakan rasa was-was dalam diri, dan apa rahasia yang tesembunyi di balik dari semua misteri ini, kita harus segera mengatur langkah untuk mengusir atau menghindar dari pelukan setan.
Sewaktu orang yang jujur memberitahukan kita tentang keberadaan musuh besar kita, iblis, yang tengah bersemayam didalam hati kita, janganlah di tunda-tunda lagi. segeralah mencari jalan keluar. Janganlah sedikitpun memberi peluang untuknya. Teruslah berjuang dan kerahkanlah tenaga kita demi membungkam setan. Jangan memberi dia kesempatan....!
Kita sama-sama belajar kawan mari kita saling mengingatkan dan berlomba-lomba dalam kebaikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teknik Menghafal Al-Qur an & Muroja'ah

Bagi para penghafal Al Quran yang pemula, menambah hafalan mempunyai kesulitan tersendiri. Tetapi seiring dengan waktu kesulitan ini akan terlampaui. Ketika itu kesulitan lain timbul yaitu mengulang hafalan (murajaah). Pada saat hafalan makin bertambah banyak, murajaah juga semakin berat. Untuk surat-surat yang agak panjang (50 ayat) dan yang panjang (diatas 100 ayat), biasanya kita sangat hafal separuh awal dari surat tersebut. Untuk separuh terakhir sulit bagi kita untuk mengingatnya. Ini akan ditandai dengan “macet” ketika saat memurajaah. Mengapa hal ini terjadi? Hal ini disebabkan kita selalu menghafal/murajaah dari awal surat (ayat 1). Ketika selesai menghafalkan sebuah surat, ayat-ayat awal itulah yang lebih sering dilafadzkan dibandingkan dengan ayat-ayat yang akhir. Sehingga otak kita lebih hafal ayat-ayat awal. Itulah sebabnya kita sangat hafal ayat-ayat awal surat dan sering lupa pada ayat-ayat akhir surat. Kesulitan kedua adalah ketika kita „macet“ sulit bagi kita untuk m...

Makna Tengok Kanan Kiri dalam Sholat

Kebersamaan Berjama'ah melatih umat Islam dalam satu kesatuan sikap dan langkah, berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah. Mereka bergerak secara serempak dalam satu komando seorang imam yang sudah di pilih sendiri secara demokratis. Tidak ada diskriminasi kaya dan miskin, pangkat dan rendahan, semuanya merapat dalam baris yang lurus dan teratur. Tanpa ada bangku, mej, kurisi, meja kembang, dupa maupun kemenyan mereka harus berdiri, membungkuk, duduk dan menyentuhkan dahinya ketanah sendiri-sendirimenyentuhkan dahi ketanah ini sekaligus miniatur kesadaran, bahwa dirinya pasti kembali ketanah mengharap Allah tanpa perantara siapa-siapa. Posisi kepala yang lebih rendah dibanding pantat saat bersujud, sikap hormat dan tundukan total terhadap aturan dzat yang maha kuasa, sekaligus kesadaran murni bahwa sesungguhnya dirinya tidak berarti apa-apa dihadapan dzat itu. Pada akhir sholat yang ditutup dengan salam (assalamu'alaikum yang berarti sejahtera buat kita) dengan anjuran meneng...

Murottal Imam Sudais dan Suraim

1. Al-Fatihah | 2. Al-Baqoroh | 3.1 Ali Imron 1 | 3.2 Ali Imron 2 | 114.Annas | 113.AL-Falaq | 112. Al-Ikhlas | 111. Al-Lahab | 110.An-Nashr | 109.Al-Kafirun | 108.Al-Kautsar | 107. Al-Maun | 106. Al-Quraisy | 105. Al-Fiil | 104. Al-Humazah | 103. Al-Ashr | 102. At-Takatsur |