Langsung ke konten utama

Murottal Imam Sudais dan Suraim

1. Al-Fatihah | 2. Al-Baqoroh | 3.1 Ali Imron 1 | 3.2 Ali Imron 2 | 114.Annas | 113.AL-Falaq | 112. Al-Ikhlas | 111. Al-Lahab | 110.An-Nashr | 109.Al-Kafirun | 108.Al-Kautsar | 107. Al-Maun | 106. Al-Quraisy | 105. Al-Fiil | 104. Al-Humazah | 103. Al-Ashr | 102. At-Takatsur |

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teknik Menghafal Al-Qur an & Muroja'ah

Bagi para penghafal Al Quran yang pemula, menambah hafalan mempunyai kesulitan tersendiri. Tetapi seiring dengan waktu kesulitan ini akan terlampaui. Ketika itu kesulitan lain timbul yaitu mengulang hafalan (murajaah). Pada saat hafalan makin bertambah banyak, murajaah juga semakin berat. Untuk surat-surat yang agak panjang (50 ayat) dan yang panjang (diatas 100 ayat), biasanya kita sangat hafal separuh awal dari surat tersebut. Untuk separuh terakhir sulit bagi kita untuk mengingatnya. Ini akan ditandai dengan “macet” ketika saat memurajaah. Mengapa hal ini terjadi? Hal ini disebabkan kita selalu menghafal/murajaah dari awal surat (ayat 1). Ketika selesai menghafalkan sebuah surat, ayat-ayat awal itulah yang lebih sering dilafadzkan dibandingkan dengan ayat-ayat yang akhir. Sehingga otak kita lebih hafal ayat-ayat awal. Itulah sebabnya kita sangat hafal ayat-ayat awal surat dan sering lupa pada ayat-ayat akhir surat. Kesulitan kedua adalah ketika kita „macet“ sulit bagi kita untuk m...

Makna Tengok Kanan Kiri dalam Sholat

Kebersamaan Berjama'ah melatih umat Islam dalam satu kesatuan sikap dan langkah, berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah. Mereka bergerak secara serempak dalam satu komando seorang imam yang sudah di pilih sendiri secara demokratis. Tidak ada diskriminasi kaya dan miskin, pangkat dan rendahan, semuanya merapat dalam baris yang lurus dan teratur. Tanpa ada bangku, mej, kurisi, meja kembang, dupa maupun kemenyan mereka harus berdiri, membungkuk, duduk dan menyentuhkan dahinya ketanah sendiri-sendirimenyentuhkan dahi ketanah ini sekaligus miniatur kesadaran, bahwa dirinya pasti kembali ketanah mengharap Allah tanpa perantara siapa-siapa. Posisi kepala yang lebih rendah dibanding pantat saat bersujud, sikap hormat dan tundukan total terhadap aturan dzat yang maha kuasa, sekaligus kesadaran murni bahwa sesungguhnya dirinya tidak berarti apa-apa dihadapan dzat itu. Pada akhir sholat yang ditutup dengan salam (assalamu'alaikum yang berarti sejahtera buat kita) dengan anjuran meneng...