Langsung ke konten utama

Bila Bonek Sulit Sholat Di Stadion

Kunci Sukses
"Dan Mintalah pertolongan dengan sabar dan solat. Sesungguhnya hal itu sangat berat sekali terkecuali bagi orang-orang yang khusyu'. yaitu orang-orang yg optimis bertemu tuhan mereka dan bakal kembali kepadanya." (Al-Baqoroh:45-46)
Makna Global
Kini Tuhan Memberi petunjuk kepada Hambanya dalam usaha mencapai cita-cita?. Disebutkan dua hal sebagai kunci keberhasilan yaitu sabar dan sholat. Namun Tuhan juga mengingatkan, bahwa dua kunci keberhasilan itu sulit dilakukan, kecuali bagi mereka yang serius dan berkomitmen tinggi (khusu'). Para titah yang mencapai gelar "Khosyi'in" ini berwawasan kedepan dengan pandangan hidup yang komplek, dunia akhirat. Mereka sadar, bakal menghadap tuhan dengan segala pertanggung jawaban. Inilah yang mendorong mereka bersungguh-sungguh dalam melakukan ibadah sehingga segala sesuatunya menjadi ringan tanpa kendala.
Tafsir
Perintah Tuhan "mintalah pertolongan" (wata'inu) terfirmankan tanpa keterangan obyek yang melengkapi stetmennya. Sehingga timbul pertanyaan: Dalam hal apa...? Siyaq Al-Kalam Ayat ini menunjukkan keimanan dan keibadahan. Tetapi karena keumuman Redaksional, maka sah-sah saja diberlakukan untuk segala urusan.
Jadi, sabar dan sholat adalah kunci utama untuk mencapai hajat hidup. Pelebaran makna itu membuka penafsiran menjadi lebih aplikatif dan dibenarkan oleh Ushuliyyun yang punya kaidah: "Hadzf Al-Ma'mul Yufid al-'umum". Kalimat tanpa objek luas cakupannya.
Sabar
Tiga macam sabar. Pertama, Sabar berbakti (Ashobru 'ala al-tho;ah) maksudnya adalah keuletan dan ketekunan menjalankan perintah agama tanpa ada keluhan maupun keberatan. Seorang pelajar yang masuk sekolah secara aktif, belajar yang benar dan tekun, membeli buku lebih banyak dari pada membeli baju, itulah siswa yang sabar.
Sabar dalam hal ini samadengan ketulusan seseorang dalam berbakti apda tuhanya secara lahir batin. Contoh paling gampang adalah problem waktu yang dihadapi seorang pemain bola yang sudah siap main bola ditengah lapangan atau si bonek sebagai suporter. Mereka misalnya belum sholat ashar. Mau solat di luar stadion niscaya sulit masuk, sedang bila solat didalam stadion tidak ada air. ia kemudian tayammum dan menggelar koran, menghadap kiblat dan bertakbir. kalu memang tidak ada air ya tayamum bereskan...?
Nah, Pemain bola atau si bonek seperti ini masuk dalam kategori sabar berbakti kepada tuhan.


Tafsir Aktual: Kh. Musta'in Syafi'i

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teknik Menghafal Al-Qur an & Muroja'ah

Bagi para penghafal Al Quran yang pemula, menambah hafalan mempunyai kesulitan tersendiri. Tetapi seiring dengan waktu kesulitan ini akan terlampaui. Ketika itu kesulitan lain timbul yaitu mengulang hafalan (murajaah). Pada saat hafalan makin bertambah banyak, murajaah juga semakin berat. Untuk surat-surat yang agak panjang (50 ayat) dan yang panjang (diatas 100 ayat), biasanya kita sangat hafal separuh awal dari surat tersebut. Untuk separuh terakhir sulit bagi kita untuk mengingatnya. Ini akan ditandai dengan “macet” ketika saat memurajaah. Mengapa hal ini terjadi? Hal ini disebabkan kita selalu menghafal/murajaah dari awal surat (ayat 1). Ketika selesai menghafalkan sebuah surat, ayat-ayat awal itulah yang lebih sering dilafadzkan dibandingkan dengan ayat-ayat yang akhir. Sehingga otak kita lebih hafal ayat-ayat awal. Itulah sebabnya kita sangat hafal ayat-ayat awal surat dan sering lupa pada ayat-ayat akhir surat. Kesulitan kedua adalah ketika kita „macet“ sulit bagi kita untuk m...

Makna Tengok Kanan Kiri dalam Sholat

Kebersamaan Berjama'ah melatih umat Islam dalam satu kesatuan sikap dan langkah, berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah. Mereka bergerak secara serempak dalam satu komando seorang imam yang sudah di pilih sendiri secara demokratis. Tidak ada diskriminasi kaya dan miskin, pangkat dan rendahan, semuanya merapat dalam baris yang lurus dan teratur. Tanpa ada bangku, mej, kurisi, meja kembang, dupa maupun kemenyan mereka harus berdiri, membungkuk, duduk dan menyentuhkan dahinya ketanah sendiri-sendirimenyentuhkan dahi ketanah ini sekaligus miniatur kesadaran, bahwa dirinya pasti kembali ketanah mengharap Allah tanpa perantara siapa-siapa. Posisi kepala yang lebih rendah dibanding pantat saat bersujud, sikap hormat dan tundukan total terhadap aturan dzat yang maha kuasa, sekaligus kesadaran murni bahwa sesungguhnya dirinya tidak berarti apa-apa dihadapan dzat itu. Pada akhir sholat yang ditutup dengan salam (assalamu'alaikum yang berarti sejahtera buat kita) dengan anjuran meneng...

Murottal Imam Sudais dan Suraim

1. Al-Fatihah | 2. Al-Baqoroh | 3.1 Ali Imron 1 | 3.2 Ali Imron 2 | 114.Annas | 113.AL-Falaq | 112. Al-Ikhlas | 111. Al-Lahab | 110.An-Nashr | 109.Al-Kafirun | 108.Al-Kautsar | 107. Al-Maun | 106. Al-Quraisy | 105. Al-Fiil | 104. Al-Humazah | 103. Al-Ashr | 102. At-Takatsur |